I Better Trust NO ONE than Get Hurt Like This ..

Dari semua hal di dunia ini, kepercayaan adalah sesuatu yang paling sulit dan paling mahal untuk didapatkan. Sekali kepercayaan itu dikhianati, berapakalipun kamu minta maaf, setulus apapun maaf itu, kamu nggak akan mendapat kepercayaan yang sama. Kepercayaan itu berkurang sementara kecurigaan, rasa sakit hati dan rasa tidak aman akan mengisi bagian kepercayaan yang telah berkurang itu.

Dan sekarang, saya sedang sangat sangat dan sangaaaaattttt kecewa.

Saya pikir, orang ini layak dipercaya. Dia pernah dikhianati seseorang, dan rasa sakit karena dikhianati itu juga masih ada. Saya pikir, wah ini orang yang cocok. Orang yang pernah dikhianati pasti tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan orang lain. Saya, yang percaya bahwa tidak ada orang yang bisa dipercaya di dunia ini, belajar untuk mempercayai dan menjaga kepercayaannya.

Tapi, seperti orang bilang, orang yang paling pintar pun bisa saja salah perhitungan.

Saya pun kena batunya. Saya dikhianati, lama dan sering. Begitu banyaknya dan dengan jangka waktu yang lama, ditambah saya terlalu bodoh untuk tidak waspada, saya sudah dibohongi! Ya teman-teman, saya dibohongi oleh orang yang telah dibohongi orang lain dan masih mengingat rasa sakit hatinya (bahkan kalau ini benar, mana saya tahu?)

Saya cuma bisa menangis. Bagaimana bisa aku begitu bodoh untuk sangat mempercayai orang lain? Tidak ada manusia, satu pun yang bisa saya percaya sekarang hingga nanti. Kalau Anda masih bisa mempercayai orang lain, saya ucapkan selamat: Anda beruntung memiliki orang yang bisa Anda percaya. Anda benar-benar beruntung…

Apakah Anda bertanya-tanya apa saya memaafkannya? Jawabannya adalah…

TIDAK. Dan tidak akan pernah. Seperti yang saya katakan di awal tadi, kepercayaan yang sudah dikhianati tidak akan bisa didapatkan lagi. Lagipula, karena kebohongannya itu, selain saya merasa sakit hati, kecewa dan muak dengan dunia ini, saya telah dibenci seseorang yang bahkan tidak saya kenal. Rasa benci itu kuat setiap kali mata orang itu menangkap saya dalam pandangannya… Kemudian tanpa sadar, saya juga membenci orang itu tanpa saya tahu alasannya…

Lalu apakah saya masih memberi kesempatan untuk kesekian kalinya? Ya, masih. Karena hati kecil saya berpendapat ini layak untuk diteruskan, meski kadang saya lelah dan ingin menghilang saja, nggak usah lagi berurusan dengan orang ini..

Ya, saya akan mencoba untuk percaya. Tapi jika sekali lagi KAMU mengkhianatiku, aku akan pergi. Dan aku nggak akan kembali, meski KAMU memohon-mohon... karena aku jauh lebih berharga untuk dirimu yang sudah membohongiku!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

quick update saja...

hai. wah udah september aja nih. ada beberapa hal yang terjadi selama 2 bulan terakhir and I'll share them to you:

1. my sister-in-law asked me to join her in her new business: OL shop. we sell baby needs =)

2. I got a good GPA, thank God :)

3. I am a little busy...I'm one of creative team of PPSM 2010! ha!

4. happy eid mubarak all!!


kayaknya itu aja..yang penting saya dalam keadaan happy aja hohoho

bye !

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku, Kamu dan Hujan.

Aku sebel kalo hujan turun waktu aku mau pulang.
Aku sebel kalo hujan turun waktu aku mau berangkat kuliah,
atau bersenang-senang dengan sahabat-sahabatku.

Tapi, saat hujan turun,
Dia membawa kenangan yang terlupakan.
Karena saat-saat terbaik dalam hidupku dihiasi oleh hujan.

Aku ingat aku udah pernah menulisnya di twitter.
I remember ALL the things we (me and my ex) have done when it rained like yesterday.

Aku inget matanya yang bersinar bahagia ketika hujan mulai turun dan aku nggak bisa pulang ke rumah.

Atau, saat dimana kami duduk berdua, membicarakan banyak hal–berbagi impian, pikiran-pikiran kami atau cerita-cerita– dan hujan gerimis.

Aku juga ingat, setiap kami keluar bersama, kami nggak bisa lama-lama di jalan karena hujan mulai turun dengan deras :D

Dia pernah meneleponku sepulang dari gereja hanya untuk menenangkanku –dengan caranya sendiri– ketika aku sendirian di kamar dan hujan turun dengan derasnya, lengkap dengan angin yang kencang.

Dan aku juga ingat, hujan selalu menemaniku saat aku menangis. Dia selalu ada untukku setiap hari di bulan Mei. Aku dalam kondisi yang labil: lelah menangis dan berharap, tidak punya tempat untuk bercerita…seakan-akan aku telah kehilangan peganganku satu-satunya.

Kemudian, hujan berhenti turun untukku,
Aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Bukan pelangi yang muncul!
Tapi ikatan yang harus diakhiri sebelum kami melangkah terlalu jauh,
Sebelum perasaan itu semakin dalam,
Sebelum kami tidak bisa melepas satu sama lain.

Hai kamu, sudah satu bulan kita berpisah. Aneh, aku masih merindukanmu. Perasaanku juga masih sama: menyayangimu. Hanya yang membedakan adalah tangan kita tak lagi bertaut. Tidak pernah ada lagi telepon tiap hari Minggu, tidak ada lagi bisikan sayang darimu, tidak ada lagi pelukan yang hangat….

Namun aku lega. Semua berakhir. Aku nggak perlu nangis lagi. Dan kamu masih tetap ada untukku, sesuai janjimu (dan kuharap kamu MENEPATINYA), di sisiku sebagai sesuatu yang disebut “sahabat”


Yah kita memang bukan sahabat yang biasa, ya nggak?
:D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

What is “Dancing in The Rain?”


Pernah nggak sih, sekali dalam hidup kita bermain hujan-hujanan? Aku yakin, hampir semua jawab “iya” meski juga “dimarahin mama” atau “masuk angin”. Tapi walau dimarahin atau kita jadi sakit habis hujan-hujanan, pasti ada perasaan puas dan pingin ngulang lagi :)

Karena alasan itulah, aku menamai blog ini dengan “Dancing in The Rain”. Aku pingin semua yang baca blog ini nggak merasa sia-sia untuk sekadar mampir dan baca tulisan-tulisan saya. Dan akhirnya setelah itu, mereka (dan KAMU) jadi lebih senang, puas, atau sensitif.

Sensitif?

Iya sensitif. Aku nggak tahu apa kalian merasakannya juga, but every time it rains, I feel more sensitive. Aku jadi lebih banyak merenung. Teringat dengan semua kejadian dalam hidupku yang sudah jauhhh terkubur dalam ingatan.

Aneh ya, ketika kita sudah melupakan sesuatu, sekecil apapun itu, kita akan ingat semuanya dengan jelas saat kita sedih atau saat hujan turun. Aku suka banget mengingat hal-hal yang indah meski itu nggak akan pernah kurasakan untuk kedua kali.

Ah kedengarannya kok aku kayak menciptakan filosofi hujan gini ya? =.=
Well then, enjoy my raindrops…and go dancing in the rain guys!

:)

P.S: aku nggak pernah hujan-hujanan lho, soalnya kalau kena hujan pasti pusing :p

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS